Aksi Bagi Jamu Kelompok Wanita Tani Harapan Kita Kabupaten Kolaka Utara, Di Tengah Pandemi Corona
By Admin

nusakini.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020 menyatakan bahwa Corona Virus Desease (Covid-19) telah menjadi pandemi global. Sejak laporan pertama Tiongkok pada akhir Desember 2019, Covid-19 telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Di setiap kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu berpesan bahwa “Dengan adanya wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus mengoptimalkan seluruh sdm pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian bahkan harus lebih meningkatkan ekspor”.
“Pertanian tidak boleh berhenti guna memenuhi kebutuhan pangan nasional bagi 267 juta penduduk Indonesi dan sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional, tegas SYL.
Hal ini kembali ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedy Nursyamsi bahwa “masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan hidup matinya suatu bangsa”. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat, pertanian tidak boleh berhenti walau apapun yang terjadi. “Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya. Ini membuktikan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang memiliki peluang yang sangat besar”, ujar Dedi.
Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pencegahan penyebaran virus ini, lewat anjuran untuk selalu menggunakan masker di saat keluar rumah, perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga jarak yang aman atau physical distancing. Peran aktif pencegahan virus juga telah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Kita Desa Latowu, Kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara yang merupakan sasaran Program READSI.
Ketua kelompok, Murniati bersama beberapa anggota serta Fasilitator Desa dan Penyuluh Pertanian pada 15 April 2020 membuat ramuan jamu untuk Aparat Desa dan Pegawai Kesehatan di posko relawan Covid-19 Desa Latowu. “Bahannya mudah dan kebetulan ada di pekarangan kelompok. Bahan-bahannya sudah tersedia di pekarangan rumah, yaitu kunyit, temu lawak, jahe merah, sereh dan gula merah. Proses pembutannya semuanya bahan-bahan tersebut yang di geprek lalu dimasukan ke air yang sudah masak. Manfaat yang didapat diantarnya baik untuk menambah daya tahan tubuh, jelas Murniati.
Adriana Buangin selaku Fasilitator Desa Latowu mengaku senang dapat mendampingi kelompok tani di tengah pandemi Covid-19. Ini membuktikan peran KWT dalam masyarakat, tidak hanya untuk menambah penghasilan keluarga namun petani wanita juga bisa bermanfaat untuk desanya. Aparat desa sangat mengapresiasi kegiatan bagi-bagi jamu tersebut, tidak terkecuali tenaga medis Puskesmas Latowu yang merasa senang ketika menikmati hasil buatan jamu dari Poktan Harapan Kita. (Nur Fajar)